Kenapa Orang Tua Harus Membatasi ‘Screen Time’ Anak-Anaknya

Hosting Unlimited Indonesia

‘Screen time’ adalah istilah yang digunakan untuk menunjukan aktivitas yang dilakukan seseorang di depan layar elektronik seperti menonton TV, bekerja di depan komputer, bermain game, bersosial media dan sebagainya. Screen time yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 7 jam per hari agar bisa berhindar dari gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Seseorang yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar elektronik biasanya mengalami Electronic Screen Syndrome (ESS) yang bisa menyebabkan kurang tidur, isolasi sosial, masalah perilaku hingga gangguan pada sistem saraf. Di masa seperti sekarang, anak-anaklah yang biasanya mendapat dampak negatif paling besar dari masalah ini.

Walau menurut data, sekitar 80% anak yang menjalani terapi karena masalah kecemsan, depresi atau perubahan suasana hati yang tiba-tiba (mood swings) tidak mengalami ESS, tapi beberapa hasil penelitian menunjukan screen time yang terlalu lama pada anak bisa berdampak pada otak mereka. Perkembangan Lobus depan (frontal lobe) menjadi lebih lambat karena screen time yang terlalu lama, bagian otak ini biasanya bertanggungjawab atas fokus, emosi dan empati seseorang.

Mengganggu Perkembangan Otak Anak

Bayangkan seorang bayi melihat gambar brokoli yang bergerak di layar, sayangnya hal tersebut hanyalah proses dua dimensi tanpa menyentuh dan stimulasi lainnya. Biarkan anak ‘bermain’ dengan brokoli yang nyata, merasakan benda tiga dimensi, gerakan benda, memegangnya bahkan mencoba untuk memakannya, brokoli termasuk salah satu makanan sehat untuk anak.

Memperlambat Bicara

Cara terbaik mengajarkan seorang anak untuk berbicara adalah dengan berinteraksi dengannya. Anak harus melihat ekspresi wajah, senyum, mendengar intonasi suara dan memahami bahasa tubuh. Semua proses penting dan kompleks ini harus dijalani untuk belajar bicara. Tidak ada game atau video yang bisa menggantikan pengalaman berinteraksi dengan sesama manusia.

 

Mengurangi Jumlah Kata & Menganggu Kesehatan

Screen time tidak selalu berpengaruh langsung pada anak, tapi bisa juga mempengaruhi orangtua yang pada akhirnya mempengaruhi apa yang dilakukan orangtua pada anaknya. Contohnya, orangtua biasanya menggunakan hingga 940 kata per jam saat bicara pada balitanya, tapi apa yang terjadi saat hal itu dilakukan sambil menonton TV, jumlahnya menurun hingga hanya 770 kata.

Sebuah penelitian dari National Center for Biotechnology Information menemukan bahwa anak atau remaja yang menonton TV lebih dari 2 jam, memiliki kesehatan fisik yang lebih lemah, kurang percaya diri dan nilai yang buruk di sekolah.

Jadi, apa yang harus dilakukan orang tua?

Sederhana! Kurangi waktu anak di depan layar elektronik (dan waktu orangtua di layar elektronik pula), gantilah dengan kegiatan seperti bermain di luar ruangan, membaca buku, bicara tentang impian atau imajinasi bahkan aktivitas fisik seperti bertengkar dengan saudaranya.

Incoming search terms:

Hosting Unlimited Indonesia