Keseringan Chatting Bikin Hubungan Renggang?

Hosting Unlimited Indonesia

Banyak orang beranggapan saat kita mengirim pesan pada pasangan sesering mungkin dan pasangan juga membalas pesan kita secara berkala, maka hal tersebut adalah sebuah pertanda baik bahwa hubungan baik-baik saja. Selain itu, bukankah saling bertukar pesan atau chatting juga membuktikan bahwa kita dan pasangan saling memikirkan dan ingin tetap terhubung sepanjang hari?

Pada jurnal berjudul Journal of Couple and Relationship Therapy yang dipublikasikan 2013 lalu, terdapat sebuah penelitian yang menunjukan hubungan antara pola chatting dan tingkat kepuasan sebuah hubungan ternyata berbeda antara pria dan wanita. Artinya, pria dan wanita tidak memiliki pola pikir yang sama dalam seberapa sering mereka chatting dan seberapa bahagia mereka dengan pasangannya.

Penelitian tersebut diikuti oleh 276 orang yang berusia antara 18-25 tahun, dimana setengahnya sudah bertunangan atau sudah menikah. Mereka diminta untuk melaporkan kebiasaan komunikasi mereka dan perasaan mengenai hubungan mereka. Setiap partisipan diminta untuk melaporkan seberapa sering mereka mengirim pesan pada pasangannya.

Para partisipan ini juga diberikan pertanyaan seputar hal-hal lain seperti, seberapa sering mereka mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan dan seberapa jauh mereka merasa pasangannya peduli dan perhatian pada mereka.

Persamaan Antara Pria dan Wanita

Pria dan wanita memiliki beberapa kebiasaan yang mirip dalam berkirim pesan pada pasangannya. Contohnya, baik pria maupun wanita lebih sering mengekspresikan kasih sayang melalui teks ketika mereka merasa terikat dengan pasangannya.

Perbedaan Antara Pria dan Wanita

Untuk wanita, terdapat hubungan positif antara jumlah pesan yang dikirim setiap harinya dengan seberapa puas mereka dengan hubungannya atau sejauh mana mereka percaya bahwa hubungannya berada pada keadaan stabil. Artinya, saat seorang wanita mengirimkan banyak pesan pada pasangannya, dia percaya bahwa hubungannya sedang dalam keadaan yang baik.

Sayangnya, hal ini tidak berlaku pada pria, dimana justru terdapat hubungan negatif antara jumlah pesan yang mereka kirim dengan stabilitas hubungannya. Artinya, saat seorang pria mengirimkan banyak pesan pada pasangannya, dia khawatir jika hubungannya sedang berada pada keadaan yang kurang stabil.

Penelitian ini juga menemukan bahwa wanita lebih sering menggunakan pesan teks untuk masalah-masalah yang sensitif dan sulit dalam hubungannya. Partisipan yang menggunakan teks untuk menyelesaikan masalah dengan pasangan melaporkan bahwa mereka tidak terlalu bahagia dengan hubungannya.

Rekomendasi yang Harus Dilakukan

Hasil penelitian ini bersifat korelasional yang artinya peneliti tidak bisa memberi kesimpulan, misalnya, mengirim banyak pesan membuat wanita merasa bahagia dan aman dalam hubungannya. Lori Schade, kepala dari proyek penelitian ini menyarankan untuk jangan berhenti untuk saling berkirim pesan dengan pasangan, tapi simpanlah percakapan yang rumit untuk pembicaraan empat mata.

Karena saat berkirim pesan membuat kita punya waktu untuk berpikir dan merespon pesan tersebut, sehingga lebih sulit untuk melupakannya. Sementara percakapan sungguhan biasanya lebih tidak menyakitkan. Jadi, saat chatting usahakan untuk membahas hal-hal ringan dan positif bersama pasangan.

Incoming search terms:

Hosting Unlimited Indonesia