Review Bridge of Spies, Buah Manis Kegigihan

Hosting Unlimited Indonesia

Perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet setelah berakhirnya perang dunia II memiliki banyak sekali cerita menarik dan misteri, setelah kedua negara adidaya ini menyatakan tidak berperang di medan perang, secara diam-diam mereka berperang dalam hal teknologi, terutama nuklir dan teknologi penjelajahan luar angkasa.

Untuk mengetahui perkembangan teknologi satu sama lain, kedua negara ini mengirimkan mata-matanya ke negara musuh serta memburu mata-mata musuh yang berada di wilayah mereka. Jadi, tidak mengherankan jika ada mata-mata musuh yang tertangkap, maka mereka akan dipenjara dalam waktu lama atau bahkan di hukum mati.

Tapi, ada satu kisah dimata seorang mata-mata Soviet di Amerika Serikat justru menjadi pertukaran untuk seorang mata-mata dan mahasiswa Amerika yang ditahan oleh Soviet dan Jerman Timur. Kisah inilah yang melatarbelakangi film Bridge of Spies.

Sinopsis Bridge of Spies (Spoiler Alet)

James Britt Donovan adalah seorang pengacara asuransi di New York. Pada tahun 1957, seorang mata-mata Uni Soviet bernama Rudolf Abel tertangkap oleh FBI dan akan menjalani persidangan. Untuk menjaga martabat dan peraturan pengadilan Amerika Serikat, mereka harus mencari seorang pengacara untuk membela Abel. Donovan adalah satu-satunya pengacara yang bersedia membela Abel, walaupun dia sudah lama tidak menangani kasus kriminal.

Keputusan Donovan tentu saja tidak disukai oleh istri serta anak-anaknya, dia harus menghadapi kebencian dari keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Saat masa persidangan, dia berhasil meyakinkan hakim bahwa Abel seharusnya tidak dihukum mati, mengingat Abel bisa dijadikan pertukaran jika suatu hari ada mata-mata Amerika Serikat yang tertangkap di Soviet.

Lima tahun kemudian, tahun 1962, seorang pilot pasawat U-2 Amerika Serikat bernama Francis Gary Powers tertangkap oleh Uni Soviet setelah pesawat mata-matanya ditembak jatuh. Donovan pun ditunjuk oleh pihak Amerika Serikat untuk melakukan negosiasi pertukaran antara Abel dan Powers, tapi Donovan melakukannya sebagai orang sipil, bukan wakil dari Amerika Serikat.

Negosiasi dan pertukaran itu akan berlangsung di Jerman, dimana pada saat itu, tembok berlin sedang dibangun untuk memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur. Sesampainya di Jerman, ternyata ada seorang warga Amerika Serikat lagi yang ditahan oleh Jerman Timur, seorang mahasiswa bernama Frederic Pryor. Donovan pun berpikir ingin menukarkan Abel dengan Powers dan Pryor walaupun agen FBI yang bersamanya terus mengatakan bahwa Powers adalah prioritas utama.

Negosiasi berlangsung alot, Donovan dipertemukan dengan ‘keluarga palsu’ dari Abel serta bernegosiasi dengan agen KGB yang menyamar sebagai sekretaris kedutaan Uni Soviet di Jerman. Namun, Donovan berhasil meyakinkan agen tersebut untuk menukar Abel dengan Powers. Di sisi lain, Donovan bertemu dengan Wolfgang Vogel, pengacara yang membela Pryor di Jerman Timur. Donovan juga meyakinkan Vogel untuk menukar Pryor dengan Abel.

Pertukaran hampir terjadi saat tiba-tiba Vogel menjadi tidak setuju dan menuduh bahwa Donovan sedang ‘menjual barang yang sama pada dua orang’. Donovan pun akhirnya dipanggil oleh Jaksa Agung Jerman Timur, dia meyakinkan sang jaksa bahwa pertukaran ini benar-benar harus terjadi.

Pada akhirnya, pertukaran disetujui dilakukan di jembatan Glienicke antara Powers dengan Abel. Sementara Pryor akan dilepaskan oleh Jerman Timur di titik pemeriksaan Charlie. Hingga saat-saat terakhir, Pryor tidak muncul di titik pemeriksaan sementara Abel dan Powers sudah siap untuk ditukarkan. Donovan meyakinkan semuanya untuk menunggu hingga Pryor dibebaskan. Saat Pryor sudah dibebaskan, maka pertukaran pun terjadi.

Donovan kembali ke keluarganya, dia tidak memberitahukan kepergiannya ke Jerman dan mengatakan bahwa dia sedang memancing bersama klien di Inggris kepada keluarganya. Saat dia sampai di rumah, siaran TV memberitakan tentang keberhasilan Donovan dalam negosiasi pertukaran tahanan dengan Uni Soviet.

bridge-of-spies

Diakhir film diceritakan bahwa Abel kembali dengan selamat pada keluarganya, sementara Pryor berhasil mendapat gelar phD di bidang ekonomi dan Donovan ditunjuk oleh presiden Amerika Serikat kala itu, John F. Kenedy untuk bernosiasi melepaskan ribuan tahanan di Kuba.


Bridge of Spies memang terinspirasi dari kisah nyata, tapi seperti film-film berlatar kisah nyata lainnya, terdapat unsur ‘melebih-lebihkan’ agar film jadi terasa lebih baik ketika di tonton. Misalnya fakta bahwa Pryor tidak ditangkap saat tembok Berlin mulai dibangun namun beberapa hari setelahnya.

Tapi, film ini telah memberikan pelajaran bahwa dengan kegigihan, kita bisa mendapatkan apapun yang ingin kita capai. Bahkan menukarkan satu orang mata-mata dengan seorang mata-mata dan mahasiswa serta bernogiasi tanpa bantuan dengan pihak Uni Soviet dan Jerman Timur.

 

Hosting Unlimited Indonesia