Review Bright, Perpaduan Fantasi dan Aksi Polisi

Hosting Unlimited Indonesia
Review Bright
  • Gambar
  • Musik
  • Cerita
3.7

Summary

Secara pribadi, saya tidak setuju jika menyebut Bright adalah film yang buruk. Film ini memiliki ide yang sangat baru, ditambah dengan kritik sosial yang sangat terasa. Walau formulanya tergolong sudah sering digunakan, penambahan elemen fantasi membuatnya terasa baru

Film bertema polisi dengan fokus utama pada sepasang ‘polisi’ yang berusaha menjalankan tugas namun kemudian menjadi pahlawan bukanlah hal baru. Sebut saja film seperti Rush Hour, Bad Boys, 21 Jump Street hingga RIPD. Tahun 2017, satu lagi film bertema polisi yang mengambil fokus yang sama, tapi film ini menambahkan elemen-elemen yang terdapat dalam film fantasi seperti Harry Potter dan The Lord of the Rings ke dalamnya.

Banyak kritikus mengatakan bahwa film ini merupakan salah satu film terburuk di tahun 2017. Tapi, apakah benar demikian?

Sinopsis Bright

Spoiler Alert

Daryl Ward dan Nick Jakoby bukanlah sepasang rekan kerja biasa, mengingat Jakoby adalah polisi dari ras Orc pertama di LA. Manusia sudah hidup bersama ras lain seperti Elf, Orc, Dwarf dan Fairies selama ribuan tahun dan kini bisa hidup secara ‘damai’.

Ward baru saja kembali bertugas setelah ditembak oleh seorang Orc saat sedang bertugas. Dia dihadapkan dengan berbagai tekanan untuk menyingkirkan Jakoby yang dianggap oleh banyak polisi lain telah membiarkan penembak Ward kabur. Di satu sisi, Jakoby juga harus meyakinkan Ward bahwa dirinya lebih mementingkan lembaga kepolisian (hukum) diatas segalanya, bahkan melebihi rasnya sendiri.

Sebuah panggilan mengatakan sedang terjadi sesuatu di sebuah rumah. Ward dan Jakoby tiba di TKP untuk kemudian menemukan seorang gadis Elf dan sebuah Magic Wand, sebuah benda sihir yang dipercaya bisa mengabulkan berbagai permintaan. Setelah melaporkan bahwa mereka menemukan Wand, Ward dihadapkan pada pilihan sulit; ikut serta ‘menghilangkan’ barang bukti dan membunuh Jakoby atau terbunuh bersama Jakoby oleh polisi-polisi korup.

Pilihan Ward akhirnya membuatnya harus dikejar-kejar oleh gangster dan polisi. Sepanjang pelarian, Ward dan Jakoby juga menyadari bahwa mereka juga dikejar-kejar oleh Inferni, sebuah organisasi rahasia yang ingin membangkitkan Dark Lord. Pelarian mereka dipenuhi oleh perkelahian dan baku tembak, baik Ward maupun Jakoby juga menjadi semakin percaya satu sama lain melalui berbagai hal yang terjadi selama pelarian mereka dari gangster, polisi dan Inferni.

Pendapat tentang Bright

Bright bukanlah film pertama yang berusaha memadukan aksi polisi dengan sedikit fantasi, sebuah saja film RIPD yang memadukan antara polisi dan dunia orang mati. Namun, baik RIPD dan Bright, meski sama-sama merupakan film yang menghabiskan dana besar, namun mendapat kritik negatif dari banyak kritikus. Lalu apa yang salah?

Apa yang ditawarkan kedua film ini tergolong sudah sangat biasa, dua orang polisi yang berbeda kepribadian melakukan sesuatu yang luar biasa dan happy ending. Formula ini sudah diterapkan di banyak film dan sebenarnya tidak selalu gagal, contohnya Rush Hour dan 21 Jump Street yang bisa disebut cukup sukses secara finansial.

Karakter yang Kurang Kuat

Ada banyak ras yang terlibat dalam film Bright. Ada ras manusia yang tidak berbeda jauh dengan apa yang kita ketahui, ada ras Elf yang dikenal sebagai ras elit dan kaya dan kemudian ada ras Orc yang dikenal sebagai ‘penjahat’. Harus diakui jika pengkarakteran manusia dan Orc dalam film Bright sudah cukup baik, sayangnya, karakter untuk ras lain terutama Elf terasa sangat lemah.

Oke, Elf memang digambarkan sebagai ras yang elit dan maju diantara ras lain, apalagi mereka dikenal bisa menggunakan sihir. Sayangnya, kesan elit dan maju tersebut hanya tergambar dari cara berpakaian, sedikit gerak tubuh dan aksi mereka selama bertarung. Karakter ini terasa sangat lemah, apalagi setelah melihat hanya sebagian Elf saja yang beraksi yaitu para Inferni.

Ada di Wilayah Abu-Abu

Bright memang memadukan dua hal yang sebenarnya bertolak belakang yaitu drama aksi dari film bertema polisi dengan elemen fantasi yang mengakar. Tapi, jika tidak ada yang pernah mencoba hal ini, kapan kita akan tahu jika formula ini akan berhasil atau tidak? Tidak ada yang salah sebenarnya dengan mencoba memadukan dua hal yang sangat kontras, tapi Bright kehilangan elemen yang bisa mendefinisikan dirinya sebagai sebuah film fantasi atau film aksi. Lagi-lagi karakter yang kurang kuat adalah masalahnya.

Kesimpulan

Secara pribadi, saya tidak setuju jika menyebut Bright adalah film yang buruk. Film ini memiliki ide yang sangat baru, ditambah dengan kritik sosial yang sangat terasa. Walau formulanya tergolong sudah sering digunakan, penambahan elemen fantasi membuatnya terasa baru. Sayangnya, film ini seakan tidak punya identitas dan karakternya pun kurang kuat.

Kabarnya, Bright 2 sudah mendapat lampu hijau dari Netflix dan kemungkinan besar akan lebih bercerita tentang ras lain dalam universe mereka dan juga Dark Lord. Harapan saya pribadi agar di film kedua, Bright mendapatkan skrip yang lebih baik dengan karakter yang lebih kuat sehingga franchise ini bisa menjadi sesuatu yang baru.

Hosting Unlimited Indonesia