Review Doctor Strange, Serasa Salah Minum Obat

Hosting Unlimited Indonesia

Satu lagi karakter Marvel yang mendapatkan filmnya sendiri yaitu Doctor Strange. Karakter ini merupakan salah satu karakter favorit saya setelah Iron Man, kenapa? Karena keduanya punya latar belakang yang mirip yaitu cerdas pada bidangnya masing-masing, tapi punya ego yang tinggi serta sangat arogan. Bad Boy bangetlah pokoknya.

Benedict Cumberbatch dipercaya untuk memerankan karakter “Avengers” yang berperang melawan musuh mistik yang menyerang bumi. Jika melihat dari urutan Marvel Cinematic Universe (MCU), film Doctor Strange ini mungkin tidak semeriah Avengers : Age of Ultron atau Thor : Ragnarok yang akan datang. Tapi, menurut pendapat pribadi saya, film-film “kecil” seperti Doctor Strange dan Black Panther yang akan hadir tahun 2018 sangat penting untuk memberikan detail untuk film Avengers : Infinity Wars nantinya.

Sinopsis Doctor Strange (Super Spoiler Alert)

Doctor Stephen Strange adalah seorang ahli bedah saraf yang sangat hebat, namun sebuah kecelakaan mobil merebut salah satu hal terpenting baginya yaitu kemampuan kedua tangannya. Demi menyembuhkan kedua tangannya dan kembali menjadi dokter, dia mencoba berbagai cara bahkan metode pengobatan yang belum terbukti sekalipun.

Saat pengobatan Barat sudah tidak berhasil lagi, dia mencari alternatif lain dengan datang ke Nepal. Disanalah dia bertemu dengan Ancient One yang kabarnya berhasil memulihkan orang-orang yang “hancur” sehingga bisa kembali semula. Sayangnya, bukannya menyembuhkan kedua tangannya, Strange justru belajar lebih jauh mengenai hal-hal mistis dan sebagainya.

Pada akhirnya, Strange terjebak di tengah-tengah perang mistis antara Ancient One dengan mantan muridnya, Kaecilius yang ingin memanggil Dormammu untuk “menyelamatkan dunia” dan membuat semuanya berada di keabadian. Dalam perjalanan untuk menghentikan rencana Kaecilius ini, Strange menggunakan artefak Eye of Agamotto untuk memanipulasi waktu serta dia mendapatkan artefak yang dikenal cukup plin-plan yaitu Cloak of Levitation.

Seperti apa akhirnya? Silakan tonton sendiri filmnya.

Pendapat tentang Doctor Strange

Seperti tulisan saya diawal, Doctor Strange mungkin tidak semeriah Avengers atau Thor dimana banyak superhero Marvel lain yang muncul bukan hanya sebagai cameo atau di bagian post-credit. Tapi, ada beberapa detail kecil dalam film ini yang mengarah pada film Avengers : Infinity Wars, terutama bagi orang-orang yang tidak membaca komiknya.

Seperti film-film lain dalam MCU, film ini hadir walau dengan rating 17+ tapi tetap ringan dan terdapat banyak lelucon disana-sini. Lalu, kenapa judul review ini “Seperti salah minum obat”?

Jika dalam film-film superhero Marvel yang lain kita disuguhi pertarungan penuh ledakan, tembakan senjata atau dentingan antara benda metal. Dalam Doctor Strange, kita disuguhi pertarungan di sebuah dunia yang terasa seperti sebuah halusinasi, dimana bangunan tiba-tiba melipat kesana kemari dan perspektif berubah begitu cepat. Bagi penderita penyakit tertentu, hal ini tentu akan “menyiksa”, tapi jika diperhatikan, detail pengerjaan memang sangat luar biasa.

Oke, sekian saja review Doctor Strange kali ini. Review-nya tidak bisa dibuat panjang karena bisa merusak pengalaman bagi yang belum menonton, intinya, film ini merupakan versi mistis dari Iron Man.

Incoming search terms:

Hosting Unlimited Indonesia