Review Dunkirk, Bukan Dokumentasi Battle of Dunkirk

Hosting Unlimited Indonesia
Review Dunkirk
  • Gambar
  • Musik
  • Cerita
4.2

Summary

Dunkirk mungkin terbilang sebuah film yang singkat, temanya yang merupakan peristiwa sejarah dan perang seakan tidak membatasinya untuk menghadirkan sebuah sisi cerita yang berbeda. Sebuah film yang bukan menceritakan perang dari sisi pemenang, tapi dari sisi manusia. Suasana yang intens, menegangkan tapi tidak berlebihan adalah senjata utama film ini.

Battle of Dunkirk adalah sebuah operasi militer yang terjadi di Dunkirk, Perancis antara pasukan Aliansi melawan Jerman pada Perang Dunia II. Singkat cerita, pasukan Aliansi terpojok di Dunkirk oleh masukan Jerman yang berkekuatan lebih besar. Karena sudah terpojok, pasukan Aliansi memutuskan untuk melakukan evakuasi. Pasukan Perancis menahan gempuran dari Jerman sementara pasukan Inggris melakukan evakuasi.

Sayangnya, mengevakuasi pasukan dalam jumlah besar bukanlah hal yang mudah, ditambah dengan dangkalnya perairan di Dunkirk. Kapal-kapal perang besar tidak bisa mendekat karena terlalu berisiko, sementara jumlah yang bisa diangkut dengan kapal-kapal kecil juga sangat terbatas dan akan memakan waktu. Belum lagi pesawat-pesawat perang dan pembawa bom yang selalu menghantui di langit.

Suasana saat evakuasi pasukan inilah yang digambarkan dalam film Dunkirk, arahan sutradara Christopher Nolan. Film ini merupakan film perdananya yang berdasarkan peristiwa sejarah dan bertema perang. Tom Hardy dan Harry Styles menjadi dua nama besar yang ikut berperan dalam film ini. 

 

Sinopsis Dunkirk

(Spoiler Alert)

Pasukan Aliansi terpojok oleh pasukan Jerman di Dunkirk, Perancis dan memutuskan untuk melakukan evakuasi pasukan yang berjumlah sekitar 400,000 orang. Hal ini tidak mudah karena jumlah pasukan yang begitu besar, sulitnya medan perairan dan jumlah kapal perang yang tersedia sangatlah sedikit. Belum lagi, Inggris yang tidak mengirimkan cukup bala bantuan karena mereka tidak bisa mengambil risiko kehilangan lebih banyak pasukan.

Dunkirk bukan lagi menjadi medan pertempuran bagi pasukan Aliansi, mereka juga harus bisa bertahan hidup ditengah serangan-serangan yang terus dilakukan oleh Jerman dari darat, udara dan laut. Di darat, pasukan Perancis berusaha sebisa mungkin mengulur waktu dan bertahan agar pasukan yang lain bisa dievakuasi. Di udara, pasukan udara Inggris yang jumlahnya sedikit berusaha melawan pesawat tempur dan pesawat pembawa bom milik Jerman yang berusaha menenggelamkan kapal-kapal perang pasukan Aliansi dan menggagalkan usaha evakuasi pasukan. Di lautan, kapal-kapal perang juga harus terus waspada dengan serangan torpedo dari kapal selam Jerman.

Segala usaha dilakukan oleh pasukan yang berada di Dunkirk untuk bisa bertahan hidup dan kembali pulang. Mulai dari memulung di tempat sampah, mengambil sisa perbekalan dari anggota pasukan yang sudah tewas,  menyamar sebagai anggota kesatuan lain hingga berusaha menyebrangi selat Inggris dengan perahu dayung.

Pada akhirnya, bala bantuan datang dalam bentuk yang tidak terkira. Ratusan kapal-kapal berukuran kecil seperti kapal pemancing dan kapal pesiar yang kebanyakan merupakan milik warga sipil datang untuk membantu evakuasi. Disamping itu ada pula kapal-kapal feri komersial yang kemudian difungsikan untuk mengevakuasi pasukan. Kapal-kapal kecil ini dipandu oleh kapal perang untuk menyebrangi Selat Inggris dan berperan  sebagai shuttle yang membawa pasukan dari pantai menuju kapal perang bahkan ada yang langsung kembali ke Inggris.

Saat kembali, banyak diantara pasukan Aliansi merasa bahwa mereka telah mengecewakan negaranya karena gagal di Dunkirk dan akan menerima cemooh. Justru sebaliknya, keberhasilan evakuasi pasukan dari Dunkirk kembali ke Inggris ini justru dianggap sebagai bukti kuatnya solidaritas Inggris Raya.


Bukan Dokumentasi Battle of Dunkirk

Battle of Dunkirk adalah sebuah peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi, tapi Dunkirk bukanlah film dokumentasi dari peristiwa tersebut. Film ini menitikberatkan hanya pada satu sisi, yaitu usaha evakuasi pasukan Aliansi.  Hal ini bukanlah hal yang buruk dan justru sangat baik, banyak film bertema sejarah perang biasanya menitikberatkan pada merekonstruksi kejadian yang sebenarnya sehingga film jadi berdurasi panjang dan membosankan, sementara ada pula film dengan genre ini yang terlalu melebih-lebihkan drama sehingga film jadi kehilangan unsur sejarahnya.

Dunkirk hadir sebagai sebuah film yang masih cukup akurat secara sejarah tapi tetap menghibur untuk ditonton. Walau tidak banyak diisi oleh dialog antar pemeran, suasana yang dihadirkan bisa benar-benar intens.

Film Perang ‘Kurang Darah’

Peperangan biasanya identik dengan pasukan yang terluka dan penuh dengan darah, Dunkirk seakan kehilangan elemen tersebut. Walau terdapat adegan dimana pesawat perang menembaki pasukan di darat dan pesawat-pesawat pembawa bom menjatuhkan bom di pantai, tapi hampir tidak ada korban yang bersimbah darah karena hal-hal tersebut.

Battle of Dunkirk juga menurut sejarah melibatkan 400,000 pasukan dan ratusan armada, sayangnya, jumlah yang terlihat dalam film sangat kecil dibanding apa yang tertulis dalam sejarah. Tapi, hal itu bisa dimaklumi karena film ini tidak sepenuhnya berusaha merekonstruksi peristiwa sejarah tersebut.

Ilusi Suara Shepard Tone

Salah satu elemen yang membuat film ini benar-benar intens adalah sound effect dan soundtrack yang memukau. Hans Zimmer selaku komposer dalam film ini memanfaatkan ilusi suara yang disebabkan oleh Shepard tone. Shepard tone sendiri mampu menghadirkan suara yang terasa semakin intens, semakin meninggi tapi tidak pernah sampai pada puncaknya. Ketika ditambahkan pada adegan yang pas, penonton bisa merasakan suasana tegang yang ingin dihadirkan sebuah film.

Hal-hal semacam ini banyak diterapkan pada film lain seperti Interstellar, Sherlock Holmes hingga The Dark Night. Bukan hanya film, video game seperti Mario Bros 64 juga memanfaatkan ilusi suara yang sama dalam beberapa elemennya.

Kesimpulan

Dunkirk mungkin terbilang sebuah film yang singkat, temanya yang merupakan peristiwa sejarah dan perang seakan tidak membatasinya untuk menghadirkan sebuah sisi cerita yang berbeda. Sebuah film yang bukan menceritakan perang dari sisi pemenang, tapi dari sisi manusia. Suasana yang intens, menegangkan tapi tidak berlebihan adalah senjata utama film ini.

Incoming search terms:

Hosting Unlimited Indonesia
%d bloggers like this: