Review Nine Lives, Film untuk Keluarga Pecinta Kucing

Hosting Unlimited Indonesia

Umumnya, ada dua jenis hewan yang biasa menjadi hewan kesayangan keluarga, yaitu anjing dan kucing. Beberapa keluarga menyukai memelihara anjing karena anjing dianggap lebih pintar, setia dan sebagainya sementara keluarga yang menyukai memelihara kucing beranggapan bahwa kucing adalah hewan yang lebih elegan, lucu dan sebagainya.

Pertengahan 2016 lalu, sebuah film berjudul Nine Lives bercerita tentang kehidupan keluarga dan pemeran utamanya adalah seekor kucing, atau lebih tepatnya seekor kucing yang suaranya diisi oleh Kevin Spacey yang muncul pada awal dan akhir film ini.

Sinopsis Nine Lives

FireBrand adalah sebuah perusahaan besar dengan berbagai bidang bisnis dan mereka tinggal selangkah lagi untuk meraih pencapaian berupa membangun gedung tertinggi di Amerika Utara bahkan di belahan bumi utara. Tom Brand adalah CEO sekaligus pemilik perusahaan tersebut yang juga seorang daredevil (penantang maut).

Sayang, walau keluarganya hidup dengan sangat sejahtera, tapi hubungan antara Tom dengan keluarganya tidaklah erat. Menjelang ulangtahun putrinya, Rebecca yang ke-11, sang putri meminta hadiah yang sama yang telah dimintanya setiap tahun, seekor kucing. Walau Tom sebenarnya tidak menyukai kucing, dia pada akhirnya membelikan Rebecca seekor kucing dari sebuah toko hewan peliharaan ‘mistis’.

Dalam perjalanan menuju pesta ulangtahun putrinya, sebuah kejadian menyebabkan Tom terjebak di dalam tubuh kucing hadiah untuk putrinya, bernama Mr. Fuzzypants, sementara tubuh manusianya terbaring koma di rumah sakit. Tom awalnya melakukan segala cara untuk memberitahun istrinya, Lara bahwa dia terjebak di dalam tubuh seekor kucing.

Setelah beberapa kejadian, Tom bertemu kembali dengan pemilik toko hewan peliharaan dimana dia membeli kucing tersebut. Felix Perkins, pemilik toko peliharaan tersebut mengatakan bahwa Tom harus bertanya kenapa dia terjebak di dalam tubuh kucing dan mengatakan bahwa cinta memerlukan pengorbanan.

Singkat cerita, Tom menerima takdirnya dan berusaha menjadi kucing yang baik dan benar untuk keluarganya. Sayangnya, dalam usahanya untuk memberikan cinta yang tidak pernah dia berikan pada keluarganya melalui raga seekor kucing, perusahaan keluarganya berusaha dijadikan perusahaan publik oleh karyawannya sendiri yang bekerjasama dengan para pemegang saham yang lain.

Tidak tinggal diam, putranya, David Brand berusaha mencegah hal itu terjadi. Usahanya menemui kegagalan karena dia bukanlah sosok ayahnya. Di sisi lain, Rebecca menyadari bahwa Mr. Fuzzypants adalah ayahnya karena berbagai kejadian yang sudah dialami mereka berdua.

Pada akhirnya, Tom Brand menyadari bahwa cinta memerlukan pengorbanan dan dia rela melakukan pengorbanan tersebut demi cinta pada keluarganya.

Opini tentang Nine Lives

 

Sebagai sebuah film keluarga, Nine Lives adalah film yang ‘cukup’ bersih. Dalam artian tidak ada adegan-adegan yang kurang pantas untuk ditonton oleh anak-anak. Film ini adalah sebuah film yang ditujukan pada anak-anak dibawah umur yang umumnya memiliki imajinasi tinggi dan mudah terhibur ketika melihat video lucu kucing di Youtube.

Bagi saya pribadi, film ini sedikit under-rated, mungkin memang jalan ceritanya terlalu mudah ditebak, lelucon yang ada di dalamnya pun tidak terlalu bagus. Tapi, “Hei.. Ini sebuah film keluarga yang juga ditonton oleh anak-anak dibawah 16 tahun.”

Seperti saya selalu tulis dalam beberapa review film saya belakangan ini bahwa jangan hanya menilai sebuah film dari review-review yang kita baca di internet, karena sangat sulit untuk seseorang menulis sebuah review yang 100% objektif dan bagus atau tidaknya sebuah film tergantung pada selera masing-masing orang.

Incoming search terms:

Hosting Unlimited Indonesia