Review Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 2

Hosting Unlimited Indonesia
Review Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 2
  • Gambar
  • Musik
  • Cerita
3.9

Summary

Nostalgia adalah salah satu alasan yang tepat untuk menonton Warkop DKI Reborn. Banyak referensi dari film-film klasik yang dihadirkan namun dikemas secara lebih modern dan kekinian. Bisa ditonton bersama keluarga, karena film ini dibuat seaman mungkin bagi segala usia.

Warkop DKI adalah legenda di dunia hiburan Indonesia, mereka berkarya pada masa kebebasan berekspresi tidak seperti sekarang namun tetap mampu menghasilkan karya yang menghibur dan bisa diterima sepanjang masa, bahkan hingga hari ini.

Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 1 yang dirilis pada 2016 lalu merupakan ‘ramake’ dari filmĀ Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial (CHIPS) yang sudah rilis pada tahun 1982. Film ini mendapat banyak perhatian karena sukses atau tidaknya film tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada kelanjutan Warkop DKI Reborn di masa mendatang.

Dari jumlah penonton, Warkop DKI Reborn Part 1 memiliki jumlah yang fantastis dan merupakan permulaan yang baik bagi film-film berikutnya. Pada 2017, dirilisnya Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 2 yang secara garis besar merupakan ‘remake’ dari film Warkop DKI tahun 1981, Setan Kredit dan IQ Jongkok.

Review Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 2

Film ini memberikan sedikit rangkuman mengenai film pertamanya sebelum memulai tepat dimana film pertamanya berakhir. Beberapa lokasi syutingnya mengambil tempat di Malaysia seperti Perpustakaan Nasional Malaysia dan Langkawi.

Film Modern Bernuansa Klasik

Tidak bisa dipisahkan bahwa film ini lebih dari sekedar film ‘remake’ dari masa keemasan Warkop DKI tahun 1980-an, ini merupakan sebuah tribute bagi legenda tersebut. Jadi, mereka berhadirkan kembali jokes lama yang masih dirasa pas serta banyak sekali referensi pada film-film lama Warkop DKI.

Bukan hanya film-film Warkop, film ini juga dengan cukup jenius menyisipkan cuplikan adegan terbaik dari film klasik Indonesia seperti Sundel Bolong, Jaka Sembung dan Berkelana.

Plot Terlalu Datar

Sebagai orang yang sejak kecil menonton film-film klasik Warkop DKI, saya pribadi cukup kecewa dengan plot dari kedua film Warkop DKI Reborn. Setiap adegan memang dipenuhi jokes dan tingkah laku pemain yang mengingatkan pada Warkop DKI klasik, sayangnya, film ini tidak tau kapan harus berhenti melakukannya dan fokus untuk memajukan plot atau memberikan sedikit sentuhan dramatis.

Warkop DKI klasik bukan hanya dikenal karena leluconnya, tapi karena mereka tayang di jaman yang agak otoriter, mereka dengan kreatif mengemas kritik sosialnya dalam bentuk lelucon yang menghibur, mereka juga tidak hanya fokus pada lelucon, tapi juga alur film secara keseluruhan, inilah yang sedikit hilang dari Warkop DKI Reborn.

Suasana Horror Komedi Keren

Seperti kita ketahui bahwa beberapa tahun lalu, film horror Indonesia dipenuhi oleh film horror komedi yang menjual ‘dada dan paha’ sebagai jualan utamanya. Warkop DKI Reborn, walau memang diisi wanita-wanita cantik seperti pendahulunya, tidak menjual hal tersebut. Film ini secara baik menghadirkan suasana horror namun berhasil dibalut dengan komedi yang sangat baik, bahkan bagian terbaik dari film ini menurut saya.

Film IQ Jongkok yang menjadi referensi film Warkop DKI Reborn Part 2 ini memang memiliki adegan dimana ketiga sahabat Dono, Kasino dan Indro berada di tengah hutan belantara untuk mencari harta karun, di film remakenya, adegan ini dihadirkan kembali, walau tidak seseram film klasiknya, tapi sangat-sangat menghibur.

Behind The Scene / Bloopers

Secara pribadi, saya lebih sering tertawa ketika menonton Behind The Scene dan Bloopers yang dihadirkan pada bagian akhir film daripada film ini secara keseluruhan. Bukan karena filmnya buruk, hanya saja plot yang terlalu datar dan jokes tanpa henti kurang menghibur saya saat menonton keseluruhan film.

Sebaliknya, bloopers menunjukan sisi yang lebih menyenangkan dari film ini dan lebih humanis. Saya sadar bahwa mengemas masa keemasan legenda komedi Indonesia dalam film yang berdurasi kurang lebih 2 jam bukanlah hal yang mudah, tapi setidaknya Warkop DKI Reborn sudah menunjukan hasil yang memuaskan.

Kesimpulan

Nostalgia adalah salah satu alasan yang tepat untuk menonton Warkop DKI Reborn. Banyak referensi dari film-film klasik yang dihadirkan namun dikemas secara lebih modern dan kekinian. Bisa ditonton bersama keluarga, karena film ini dibuat seaman mungkin bagi segala usia.

Incoming search terms:

Hosting Unlimited Indonesia